Resensi: MENCINTAI TUHAN LEWAT PEREMPUAN

Senin, 29 Maret 2010 · 0 komentar

MENCINTAI TUHAN LEWAT PEREMPUAN...

Mencintai manusia itu konkret. Sedangkan mencintai Tuhan itu abstrak. Semakin tinggi kualitas cinta seseorang, maka cintanya akan semakin abstrak; objek cintanya juga semakin abstrak. Untuk memahami yang abstrak, seseorang perlu memahami yang konkret. Karena itulah, untuk memahami bagaimana kita mencintai Tuhan, seseorang bisa memahaminya dengan kecintaan kepada perempuan. Konsep tentang cinta kepada perempuan bisa mengantarkan kepada pemahaman tentang cinta kepada Tuhan. Kisah Layla Majnun bisa menjadi jembatan untuk memahami kecintaan kepada Tuhan, cinta sejati dan abadi.

Tidak ada cinta sejati, kecuali cinta Tuhan. Tidak ada yang abadi, selain cinta Ilahi. Kecintaan kepada manusia ada batasnya. Seringnya pertemuan bahkan bisa melahirkan kejemuan seorang pecinta. Mengapa? Karena, jemu sesungguhnya adalah fitrah manusia. Akan tetapi, mencintai Tuhan takkan pernah menjemukan. Alasannya? Karena, berbeda dengan manusia yang bisa dilihat secara langsung dan konkret, maka Tuhan tidak. Tuhan adalah Zat yang Tersembunyi (al-Bathin). Keindahan Teragung-Nya selalu tersimpan rapih dan belum tersingkap. Jika semua keindahan di dunia ini baru satu persen saja, maka Keindahan Teragung yang masih tersimpan masih sembilan puluh sembilan persen lagi. Jadi, bagaimana kita akan jemu mencintai Tuhan yang memiliki seratus keindahan, padahal satu keindahan-Nya saja yang tersebar di seluruh dunia ini pun masih amat sangat luas dan belum tersingkap... Maka, berbahagialah menjadi pecinta Tuhan, pecinta abadi...

Pecinta sejati adalah orang yang melakukan transformasi cinta. Ia bergerak dari kecintaan kepada makhluk, menuju kecintaan kepada Tuhan. Selanjutnya, dari kecintaan kepada Tuhan, menuju kecintaan kepada makhluk, dengan Tuhan. Ia akan selalu bersama-Nya, baik di tempat sunyi maupun ramai.
Menjadi pecinta Tuhan berarti menjadi pembebas kemanusiaan. Menjadi kekasih-Nya berarti mengajak manusia untuk merasakan dan menikmati keindahan-Nya. Mencintai Allah berarti melepaskan belenggu-belenggu yang menjerat leher manusia, agar mereka semakin mudah untuk menuju-Nya...

Buku ini ingin mengantarkan kita kepada cinta. Cinta yang teramat luas, tak bertepi. Ditulis karena cinta, dengan cinta, dan untuk cinta. Ditujukan kepada orang-orang yang ingin meniti perjalanan cinta yang indah, tak menjemukan. Cinta yang menggetarkan, hidup dan menghidupkan... Inilah buku yang ditulis dengan bahasa cinta yang sejuk bagai embun, namun membara bagai api, bergemuruh bagai gelombang, berhembus bagai angin, dan halus menembus bagai cahaya....

Buku karya Ashoff Murtadha ini diterbitkan oleh AL-SHAFA, Bandung Indonesia
Harga: Rp 35.000
Untuk pemesanan, silahkan hubungi: 02270901074 (bisa call atau sms)

Resensi: DIFFERENCE FOR EXCELLENCE

· 0 komentar

DIFFERENCE FOR EXCELLENCE

Perbedaan adalah fitrah dalam penciptaan. Tidak ada satu pun makhluk yang diciptakan sama persis. Tidak ada satu pun manusia yang diciptakan sama seratus persen sekalipun sepasang kembar identik yang tampak begitu sama dalam segala hal. Perbedaan adalah bagian dari sunnah Allah yang takkan berubah, walan tajida lisunnatillah tabdilan (engkau sekali-kali takkan menemukan adanya perubahan dalam sunnah Allah).

Perbedaan adalah jalan dan cara untuk berubah, serta meraih keunggulan dan kesempurnaan. Perbedaan akan membuat seseorang ada, eksis, diakui. Perbedaan adalah keunggulan tanpa sebuah persaingan. Dan keunggulan hanya milik orang yang siap berbeda dari kebanyakan orang. Karena itu, siapa pun yang ingin meraih keunggulan atau ingin ada dan dikenal, ia harus berbeda dari kebanyakan orang. Prestasi --dalam wujud apa pun-- hanya bisa diraih oleh orang-orang yang berbeda dari mayoritas orang yang tidak berprestasi, orang-orang yang biasa-biasa saja.
Pribadi unggul adalah orang yang berbeda, yang mengubah perbedaannya menjadi keunggulan...

Lebih dari itu, sepanjang sejarah, sejarah dan peradaban manusia selalu diawali oleh orang-orang yang dianggap aneh oleh zamannya. Perbedaan adalah awal sejarah dan peradaban. Dan, semua peradaban bermula dari kemunculan figur yang berbeda dari manusia kebanyakan. Karena setiap orang harus menciptakan sejarah, maka ia harus berbeda demi keunggulan.


Faktanya, setiap orang telah dilahirkan berbeda. Akan tetapi, fakta juga menunjukkan bahwa tidak semua orang dapat melahirkan sejarah keunggulan, baik bagi dirinya maupun --apalagi sekitarnya. Itu artinya, senata-mata perbedaan saja tidak cukup. Perbedaan "hanyalah" modal dasar yang sangat besar, bahan baku yang sangat unggul. Namun, modal dan bahan baku yang tidak dikelola dengan baik dan tepat, sebesar dan sedahsyat apa pun, takkan dapat mengkreasi keunggulan, baik keunggulan kompetitif, keunggulan komparatif, maupun keunggulan substantif.


Buku ini mendeskripsi berbagai hal tentang perbedaan,
difference, mukhalafah. Ia menstimulus para pembaca untuk memahami anugerah dan nilai perbedaan yang telah dimiliki oleh setiap orang. Ia bermaksud membakar setiap pembaca untuk menjadi pribadi achiever, yang mentransformasi perbedaannya menjadi sejumlah keunggulan, menggedor mereka untuk menjadi "aktor sejarah", setidaknya bagi dirinya, lalu memperluas medan sejarahnya selebar yang bisa ia jangkau dan pikirkan, dengan perbedaan dan keunggulan visioner yang dimilikinya.

Buku ini juga dilengkapi dengan ulasan mengenai beberapa figur sejarah --dulu dan kontemporer-- yang inspiratif, supermotivatif, yang membangkitkan pembaca untuk menjadi "pencipta sejarah". Buku ini memiliki kekuatan dahsyat untuk menginspirasi penciptaan sejarah Anda yang juga harus lebih dahsyat.


Buku karya Ashoff Murtadha ini diterbitkan oleh Penerbit Oase Mata Air Makna, Bandung.

Harga: Rp 30.000

Untuk mendapatkannya, bisa hubungi : http://www.kafebuku.com 081320127083 (bisa call atau sms): cp: Rahmat Muntaha

Resensi: BERBEDALAH KAU `KAN ADA

· 0 komentar

Difference is power. Difference is excellence.

Perbedaan adalah kekuatan. Perbedaan adalah keunggulan. Berbeda akan membuat orang dikenal. Dengan berbeda, ia akan ada, eksis. Jika Rene Descartes berujar: "Cogito ergosum" (aku berpikir maka aku ada), maka katakanlah," Aku berbeda maka aku ada."

Jika engkau telah memiliki perbedaan, maka jangan cemaskan persaingan jenis apa pun, di mana pun. Persaingan hanya terjadi pada sesuatu yang sama. Jika engkau termasuk yang takut terhadap persaingan, maka dengan perbedaan yang kaumiliki berarti engkau tidak sedang dalam persaingan. Perbedaan adalah keunggulan tanpa sebuah persaingan. Dan keunggulan hanya milik orang yang siap berbeda dari kebanyakan orang.

Dalam mencari life meaning (makna hidup), semakin tinggi kualitas pencerahan seseorang, maka semakin besar pula dorongannya untuk mewujudkan visi. Semakin besar visi seseorang yang telah tercerahkan, maka semakin besar dan luas pula jangkauan manfaat yang ditimbulkannya. Semakin tinggi kualitas kesadaran seseorang untuk hidup bermakna, maka semakin tinggi pula risiko hidup yang akan siap ia hadapi. Dan... semakin tinggi kualitas nilai yang ia perjuangkan, maka semakin tak berarti apa-apa dunia ini dan segala isinya. Kenikmatan dan ancaman duniawi sama-sama tidak bermakna di matanya. Keduanya hanya akan berada di bawah telapak kakinya. Sebab, yang ia cari dan perjuangkan bukan lagi sesuatu yang terindera, melainkan "eksistensi" dirinya di hadapan Tuhan. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mau hidup dan siap berbeda dari manusia kebanyakan...

Berbedalah, Kau `Kan Ada...!

Buku yang ditulis oleh Ashoff Murtadha ini menstimulus pembaca untuk memperjuangkan kualitas diri dan keunggulan hidup. Buku yang terdiri dari teks-teks pendek dan kumpulan kata mutiara pilihan ini menggedor pembacanya untuk siap berbeda, berjuang dan berkorban demi hidup yang lebih bermakna, demi hidup yang memiliki rasa, demi hidup adiluhung (high-life) di mata Penguasa hidup...

Buku ini juga berisi kumpulan Mahfuzhat Pilihan (kata mutiara berbahasa Arab), yang diulas dalam bahasa ringkas, padat dan bernas. Selain menjadi pemacu motivasi, buku ini juga bisa menjadi buku ajar Mahfuzhat di pesantren atau madrasah yang mengajarkan pelajaran yang sangat menarik itu...

Buku ini diterbitkan oleh penerbit AL-SHAFA, Bandung Indonesia.
Harga: Rp 25.000
Untuk pemesanan, bisa hubungi 02270901074 (call atau sms)

GERAKAN SEKELUARGA HAFAL AL-QURAN DAN HADITS

Senin, 22 Maret 2010 · 0 komentar

KHQH…!

SEKELUARGA HAFAL AL-QURAN DAN HADITS

Masih ingat Husain Thabathaba`i?

Ia seorang bocah Iran yang sangat menakjubkan… Disebut-sebut sebagai mukjizat akhir abad 20. Ia seorang fenomena yang sangat langka. Dalam usia 5 tahun sudah hafal Al-Quran. Bukan saja hafal bunyi ayat, terdapat dalam surah apa, dan juga urutannya dalam Al-Quran ada di mana, tetapi juga ia bisa menafsirkan setiap ayat yang ia hafal. Ia juga bisa memberikan komentar atas sesuatu –yang dilihat, didengar, dan ditanyakan kepadanya—dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran yang ia hafal. Dan… yang lebih menakjubkan lagi, komentarnya itu tepat, relevan dengan sesuatu itu…

Dalam usia 7 tahun, ia diuji oleh para ahli Al-Quran… Dan… pada usia yang seharusnya baru menginjak usia SD kelas 1 itu, ia telah ditetapkan oleh para penguji sebagai Doktor, karena nilainya melebihi angka 90. Ia sudah menjadi doktor pada saat puluhan juta anak seusianya baru saja keluar dari bangku TK. Ia seorang doktor di bidang Al-Quran…. Sebuah keahlian yang langka dicapai oleh orang dewasa sekalipun… Luar biasa..!

Banyak apresiasi dan doa kebaikan meluncur dari tokoh-tokoh kaliber dunia, semisal Ayatullah Ali Khomenei (Pemimpin Tertinggi Iran saat ini), Ali Akbar Hasyimi Rafsanjani (mantar Presiden Iran), Mohsen Qiraati (ahli tafsir), Yusuf Qaradhawi (ulama Syiria yang berpengaruh di kalangan dunia Islam saat ini) dan banyak lagi… Rafsanjani bahkan mengusulkan agar metode kedua orang tuanya itu (metode isyarat) diteliti dan diterapkan oleh publik luas untuk menghafal Al-Quran.

Husain, yang masih keturunan Rasulullah Saw. ini, adalah inspirasi kemanusiaan. Inspirasi tentang kecerdasan.. Inspirasi tentang cinta dan kasih sayang orang tua… Inspirasi tentang cita-cita dan harapan orang tua yang ditransmisikan kepada anaknya… Inspirasi tentang kebaikan dalam sebuah keluarga dan rumah tangga… Inspirasi tentang kekuatan harapan, dahsyatnya kerja keras, luar biasanya ketulusan mendidik anak…. Inspirasi tentang mahalnya sebuah proses menuju keunggulan….

Bagaimana dengan Kita…!!!

Segera setelah berita menakjubkan dari sosok Husain ini tersebar ke seantero jagat, banyak orang tua Muslim di berbagai penjuru dunia merindukan anak-anaknya bisa menghafal Al-Quran… Mereka ingin anak-anak mereka seperti Husain… Tetapi, bagaimana caranya…?? Husain bukanlah sebuah prestasi yang independen semata-mata karena kecerdasannya… Melainkan di atas itu semua adalah karena peran kedua orang tuanya yang luar biasa. Artinya, untuk memiliki anak seperti Husain yang Doktor Cilik Al-Quran itu, berarti kita harus bisa seperti kedua orang tuanya. Justru di sini beratnya bagi kita, mayoritas orang tua….

Mengapa??? Karena, pertama, ibu dan ayah Husain adalah sama-sama hafizh (penghafal Al-Quran) –ini yang sangat berat…!!!. Kedua, ayah-ibunya sama-sama bertekad membentuk anaknya itu hafal Al-Quran. Ketiga, kedua orang tua Husain selalu akrab setiap saat dengan Al-Quran dan segala hal yang berkenaan dengannya, dalam rumah tangganya. Sehingga Husain terdidik, terbiasa, terbentuk dalam suasana Al-Quran, keluarga Qurani….

Baiklah….! Kebanyakan kita, para orang tua, tentu saja tidak seperti kedua orang tua Husain yang hafizh Al-Quran itu… Ini fakta yang membuat kita bersedih. Tetapi, KABAR GEMBIRANYA adalah… kita tidak perlu berkecil hati untuk tetap mencetak anak-anak kita hafal Al-Quran… Kita TETAP BISA BERBUAT SESUATU untuk anak dan keluarga kita dalam rumah tangga. Kita tetap bisa mendesain rumah tangga kita AKRAB bahkan HAFAL AL-QURAN. Hanya saja, tentu targetnya kita turunkan di bawah Husain Thabathaba`i. Dan… kita bisa maksimalkan seluruh potensi keunggulan dalam rumah tangga kita untuk mengejar TARGET ini…. Sebab, target ini RELATIF MUDAH untuk DICAPAI oleh banyak keluarga Muslim… Target ini SANGAT MUNGKIN diraih oleh banyak rumah tangga Muslim di mana pun…. Termasuk ANDA, termasuk MEREKA, termasuk KITA SEMUA….. Mengapa tidak….!!!!

Lebih dari itu, ini KABAR GEMBIRA yang KEDUA, TARGET yang hendak kita capai ini, tidak hanya menghafal Al-Quran saja…. Tetapi bahkan menghafal hadits-hadits Rasulullah Saw. Setelah Al-Quran, hadits-hadits beliau adalah sumber hukum dalam Islam. Alangkah membanggakan, juga membahagiakan, bila kita, anak-anak kita, keluarga kita, mampu menghafal Al-Quran dan Hadits sekaligus…. Sebuah keunggulan yang kini jarang dimiliki oleh keluarga Muslim –mungkin di seluruh penjuru dunia… Subhanallah….!!!!

KABAR GEMBIRA yang KETIGA, ketika target ini telah tercapai, anak-anak kita bukan saja hafal Al-Quran dan Hadits, melainkan ia secara langsung dan otomatis berarti belajar akhlak, belajar hukum, belajar aqidah, belajar muamalah, dan lainnya, secara Islam, sesuai Al-Quran dan Sunnah Rasul Saw… Mereka –dan kita—belajar hidup dengan Al-Quran dan Sunnah.

KABAR GEMBIRA yang KEEMPAT, karena Al-Quran dan Hadits berbahasa Arab, maka berarti secara otomatis kita belajar bahasa Arab pula. Ketika ayat-ayat Al-Quran dan Hadits bisa kita pahami, berarti kita semakin familiar dengan bahasa Arab, bahkan semakin bergerak maju untuk menguasai bahasa dunia yang menakjubkan sepanjang sejarah itu. Terlebih karena program ini juga menampilkan berbagai MAHFUZHAT (kata mutiara berbahasa Arab) yang berkaitan dengan tema-tema kehidupan di sekitar kita dan anak-anak kita… Karenanya, bahasa Arab akan semakin dekat dengan kita, dan makin dimengerti….

Dengan demiian, berarti kita sedang BERGERAK menuju EMPAT TARGET sekaligus: (1) Hafal Al-Quran, (2) Hafal Hadits, (3) Belajar Islam, dan (4) Belajar bahasa Arab… Keempat target inilah yang tercakup dalam program Se-Keluarga Hafal Al-Quran dan Hadits, disingkat KHQH…!

MARI KITA BAYANGKAN SEJENAK….!!!

Dalam waktu yang tidak lama lagi (semoga)…

Kita, anak-anak kita, dan keluarga kita di rumah, ternyata bisa hafal ayat-ayat Al-Quran dan Hadits secara relevan…

Kita dapat berkomunikasi dengan anak-anak kita menggunakan Al-Quran dan Hadits.

Kita bercakap-cakap, saling berkomentar dan berapresasi bersama mereka, dengan menggunakan Al-Quran dan Hadits.

Kita mengekspresikan perasaan kita (senang, bahagia, kesal, marah, kecewa) dengan Al-Quran dan Hadits. Kita bisa menyebutkan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits untuk berbagai tindakan, kegiatan dan tema dalam kehidupan di sekitar kita…

Kita bahkan mengerti arti dan maksud setiap ayat dan hadis yang kita hafal. Di atas itu, kita bahkan kelak bisa menafsirkannya….

Kita mendidik, mengajari anak-anak kita, menyampaikan nilai-nilai keagungan dan kebaikan, langsung dengan menggunakan Al-Quran dan Hadits….

Anak-anak kita, saat mereka masih kecil seusia SD, bisa hafal Al-Quran dan Hadits, bahkan mengerti maksud dan makna dari ayat Al-Quran dan Hadits yang mereka hafal… Kecil-kecil sudah hafal dan paham Al-Quran dan Hadits….

Dan bayangkan pula, bahwa itu semua terjadi di tengah-tengah keluarga kita… Bayangkanlah bahwa ternyata kita bisa menghafal Al-Quran dan Hadits, berbicara dengan keduanya…

Dan itu terjadi pada zaman ini… Terjadi tidak hanya pada keluarga Husain Thabathaba`i… tetapi terjadi pada kita…. Kita mengalami dan merasakannnya…

Sekalipun kita tidak sedahsyat keluarga Husain Thabathaba`i, sekalipun masih jauh untuk dibandingkan dengannya, namun setidaknya kita sudah bisa termasuk barisan penghafal Al-Quran dan Hadits. Sehingga untuk mencapai kapasitas Husain, kita –khususnya anak-anak kita—sudah memiliki modal dan bekal yang cukup diandalkan…. Subhanallah….!

Walaqad yassarnal qur`ana lidzdzikri fahal min muddakir…. Sungguh Kami telah mudahkan Al-Quran untuk diingat (dihafal). Adakah orang yang mengambil pelajaran…?" (QS al-Qamar, 54:17)

MUNGKINKAH KITA BISA…?!!!

Jika Anda –maaf—bukan hafizh Al-Quran, berarti kita bernasib sama. Kita sama-sama bukan hafizh Al-Quran yang hafal Al-Quran 30 juz –sebagian kita hanya hafal juz amma dan beberapa ayat Al-Quran.. Namun, justru fakta inilah yang akan kita jadikan PIJAKAN. Sekalipun kita tidak sampai pada taraf menjadi hafizh Al-Quran yang hafal 30 juz tanpa cacat, namun setidaknya kita sedang bergerak untuk menjadi Penghafal Al-Quran dan Hadits. Dan KITA PASTI BISA…!!! Asal kita sudah lancar membaca Al-Quran (Arab), berarti kita sudah memiliki modal besar untuk mencapai target ini..

TIDAK LAMA LAGI, INSYA ALLAH….

Sekarang ini saya sedang menyusun dan menyiapkan buku untuk kesuksesan program ini. Sambil menyusun dan menyiapkannya, kami juga sedang mencoba menerapkannya secara langsung….

Kami adalah keluarga pertama yang akan menerapkan metode dan program ini dalam rumah tangga kami. Sambil menerapkan untuk keluarga, para santri yang belajar di Pesantren MQA (Ma`had Al-Quran wal Arabiyah), juga turut kebagian, sekalipun mereka hanya mendapatkannya sedikit karena waktu kegiatan mengaji mereka hanya sebentar –ini jelas berbeda dengan rutinitas hidup dalam keluarga. MQA adalah pesantren kecil-kecilan yang saya asuh bersama isteri saya di rumah, di pemukiman tempat kami tinggal. Ibu-ibu pengajian Majlis Zikir Shafawiyah yang kami bina, yang selama ini baru belajar membaca Al-Quran, sekali sepekan di MQA, juga termasuk pihak-pihak yang kami motivasi untuk menerapkan program ini, sebisa yang mereka upayakan. Mereka adalah para tetangga yang putera-puterinya belajar di pesantren MQA… Kepada mereka kami ingin menularkan konsep dan metode ini, agar mereka mencoba menerapkannya bersama anak-anak mereka di rumah mereka… Termasuk juga kepada mereka yang belajar bahasa Arab di lembaga yang kami dirikan dan kelola, AL-SHAFA INSTITUTE. Mereka terdiri dari pada mahasiswa S1, S2, S3, dosen, karyawan, ibu rumah, dan lainnya...

Metode dan program ini memang dibuat untuk diterapkan dan dipraktekkan dalam RUMAH TANGGA, dalam sebuah keluarga di mana mereka menjalani berbagai aktivitas hidup sehari-hari secara riil. Adapun lembaga pendidikan (semisal madrasah, sekolah, pengajian atau pesantren), paling-paling hanya mengenalkan, menyampaikan dan mengajarkan saja. Sedangkan praktek dan penerapannya ada dalam rumah tangga, dalam kehidupan rutin yang bervariasi… Namun begitu, ketika materi-materi dalam program ini disampaikan di lembaga pendidikan, maka itu juga tetap akan bermakna dan memberikan pengaruh besar untuk membentuk anak-anak kecil yang bisa menghafal dan paham Al-Quran dan Hadits, sekaligus belajar bahasa Arab dan akhlak Islam…

Ke depan, ketika buku yang sekarang sedang saya siapkan ini selesai (bismillah allahumma amien), maka sangat mungkin kita akan adakan roadshow pelatihan program KHQH…!!! Buku dan program pelatihan ini kelak akan menularkan manfaat konsep ini kepada masyarakat luas.

BAGAIMANA PROGRAM KHQH…! Ini Bekerja

Prinsipnya, "Jika kita hendak menyampaikan sesuatu kepada anak-anak dan keluarga kita di rumah, berkenaan dengan aktivitas hidup keseharian kita dan mereka, atau berinteraksi dengan mereka, mendidik mereka, menegur mereka, mengapresasi atau menegur mereka, atau bahkan "marah" kepada mereka, maka GUNAKANLAH AYAT AL-QURAN DAN HADITS… sebanyak yang bisa kita hafal!"

Maka, jika aktivitas itu terus berulang-ulang, berlansgsung setiap saat dan setiap hari, maka akan semakin banyak ayat Al-Quran dan Hadits yang kita sekeluarga hafal dan mengerti…. bahkan semakin spontan….

MANFAAT PROGRAM INI

1. Kita (sebagai orang tua), anak-anak, dan keluarga kita di rumah akan TERBIASA HAFAL ayat-ayat Al-Quran dan Hadits yang sesuai dengan kegiatan kita sehari-hari
2. Kita, anak-anak dan keluarga kita di rumah, MENGERTI DAN PAHAM MAKSUD dari setiap ayat Al-Quran dan hadits yang kita hafal
3. Kita, anak-anak dan keluarga kita di rumah TERBIASA SALING BERINTERAKSI satu sama lain, dengan MENGGUNAKANAL-AL-QURN DAN HADITS. Selain itu jelas bernilai ibadah (berpahala) di sisi Allah, kita juga lebih terhindar dari perkataan sia-sia, tidak bermakna, atau keterpelesetan lidah
4. Kita, anak-anak, dan keluarga kita di rumah, BELAJAR ISLAM (aqidah, syariah, muamalah dan akhlak) langsung berdasarkan Al-Quran dan Sunnah (Hadits)
5. Kita, anak-anak dan keluarga kita di rumah, MENJADIKAN AL-QURAN DAN HADIS BENAR-BENAR HIDUP dalam aktivitas rutin kita sehari-hari
6. Kita, anak-anak dan keluarga di rumah, secara otomatis BELAJAR BAHASA ARAB, sehingga kita lebih akrab dan semakin bergerak maju untuk menguasai bahasa Al-Quran tersebut.
7. Kita, anak-anak, dan keluarga kita di rumah DILIPUTI SUASANA IBADAH yang berpahala di sisi Allah. Sebab, kita berbicara, menghafal, belajar, berinteraksi dan memasyarakatkan Al-Quran dan Hadits dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dengan dorongan dan ziyadah doa dari para sahabat dan saudara-saudaraku, kaum Muslimin semuanya…. Hasbunallah ni`mal wakil ni`mal mawla wa ni`man nashir…. Bismilllah, wa fillah, wa ilallah…. Semoga buku yang sedang saya susun ini segera tuntas dan mendatangkan manfaat bagi umat, lebih cepat… Karena buku inilah yang akan menjadi acuan utama kita menjalankan program ini! NANTIKAN… DAN JEMPUTLAH…!!!

Semoga Allah Swt. selalu menganugerahi kita kebaikan di dunia dan akhirat, membimbing kita menuju keselamatan dan kebahagiaan berjumpa dengan-Nya, menuntun kita menuju Telaga Haudh untuk berjumpa dengan Kekasih-Nya, Rasulullah Muhammad Saw.. Allahumma shalli `ala Muhammad wa `ala ali Muhammad….

KHQH…!

Sekeluarga Hafal Al-Quran dan Hadits

Anak-anak kita, kecil-kecil hafal Al-Quran dan Hadits

Kita, sekeluarga hafal Al-Quran dan Hadits…!!

Salam….

Bandung, Rabu 17 Maret 2010

Ashoff Murtadha

PENCERAHAN UNGGUL

Hidup adalah satu hal.
Sedangkan menciptakan makna hidup adalah hal lain...
Hidup adalah rutinitas yang biasa.
Cacing tanah pun bisa melakukannya.
Maka, agar berbeda dari cacing dan sejenisnya, atau bahkan lebih buruk dari itu,
CIPTAKANLAH MAKNA...

PERMULAAN UNGGUL

Mulailah mencipakan keunggulan...
---menciptakan makna dalam hidup...
Dan mulailah dari satu.. Start from one...!
CIPTAKAN SATU...!!! LAHIRKAN SERIBU...!!!
free counters
Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

Site Sponsors